TENTANG

“Iqro, bismirobbika ladzi kholaqqowith-my-downline

Ingin tahu mengenai aku.

Namaku Pudjo Suprapto, atau orang lebih mengenal aku dengan nama maspoedjo, dan ada juga yang memanggilku Mr. P tapi ada yang lebih parah lagi (karena pengetahuan agamaku) masih jauh untuk dikatakan cukup ataupun mumpuni (Insya Allah bisa mumpuni) dan ada juga yang memanggilku dengan panggilan Gus atau Kanjeng dan aku masih terus menggali ilmu hidup dan kehidupan agar mengerti untuk apa kita datang  kedunia ini dan kapan kita kita harus pergi dari dunia ini.

Karena saya tertarik dengan sebuah bacaan: “kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu“.  Dan buku “Bersabarlah engkau akan menjadi besar

Tahukah anda bahwa alam kehidupan, lingkungan, pergaulan, keadaan, kesenangan, kesusahan, juga kesuksesan itu hanya merupakan bagian daripada bagian dari pada pelajaran kehidupan agar kita tahu untuk apa kita diturunkan ke dunia ini.

Pencipta rupanya adalah merupakan sekolah agar kita dapat mengambil nilai-nilai serta manfaat agar kita menjadi manusia yang “paripurna”. Rupanya Tuhan menciptakan sesuatu dialam ini tidak ada yang salah “Tuhan tidak pernah salah (the GOD is not common mistake)“, hanya manusianya (dirinya) yang salah menilai kekurangannya (atau dirinya) dan memvonis Tuhannya dan berkata “Tuhan tidak adil, Tuhan pilih kasih, Tuhan tidak sayang, dsb-dsbnya”.

Karena itu kalau anda ingin belajar melihat maka anda harus belajar dengan orang buta, kalau anda ingin belajar berjalan maka anda harus belajar dengan orang lumpuh, kalau anda ingin belajar mendengar maka anda harus belajar dengan orang tuli,  belajar berbicaralah dengan orang bisu, dan belajar berfikir dengan orang dungu, serta belajar berfikirlah seperti Nabimu Muhammad Rasullulah saw, dan bertanya pada Rabbmu.

Jadi orang yang pintar adalah melihat apa yang mereka pikirkan bukan memikirkan apa yang mereka lihat, anda percaya? Agar jelasnya anda bila tidak percaya tanyakanlah kepada temanmu yang orang buta.

Sedangkan prinsip hidup : “people don’t care how much you know until they know how much you care”

Seperti juga halnya dengan catatan dari Peter Gran dalam karyanya ”Islamic Roots of Capitalism” memberikan kesan kuat tentang adanya kaitan antara bisnis dan komitmen keagamaan, bahkan mungkin dengan kesalehan, yang melandasi adanya keteguhan makna dan tujuan hidup dalam nilai-nilai bisnis, seperti kesediaan untuk menderita (sementara), suatu etika yang dilakoni oleh para sufi. Seorang pelaku bisnis sejati tidak takut melarat untuk sementara, karena ia yakin melalui usahanya ia akan menjadi kaya di belakang hari. Seorang kiai, misalnya, sering menasehati para santrinya, “Kalau ingin kaya, janganlah takut miskin” Takut miskin kemudian enggan untuk bertindak, justru merupakan salah satu penyebab kemiskinan.

Karena itu, seorang pelaku bisnis selalu memiliki kesediaan untuk menunda kesenangan sementara, demi kebahagiaan yang lebih besar dibelakang hari. Penundaan kesenangan berjalan sejajar dengan sikap hidup hemat dan tidak konsumtif (zuhud), yang mana hal ini masih merupakan salah satu sifat yang banyak dilakoni oleh para sufi.

Di era kompetisi dan persaingan dewasa ini, sangat diperlukan suatu pandangan hidup yang future oriented. Ini berarti bahwa seorang pelaku bisnis mempunyai sikap penuh harapan kepada masa depan. Harapan adalah sumber energi pribadi, dan putus harapan juga adalah pemupus energi pribadi.

Pepatah Arab mengatakan “Alangkah sempitnya hidup ini seandainya tidak karena lapangnya harapan. Harapan adalah pendorong bagi adanya langkah-langkah awal atau inisiatif. Karena itu, seseorang yang berpengharapan tidak pernah menghadapi jalan buntu. Kesulitan apapun tentu ada jalan keluarnya. Jika banyak tidak dapat diraih, maka yang sedikitpun diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena itu dalam beberapa hal diperlukan sikap puas (qana’ah) dan merasa tidak perlu kepada yang lain. Seseorang yang tidak berputus asa juga orang yang berani menempuh risiko. Ia tidak akan mencari selamat dengan tidak berbuat sesuatu.

Seorang pelaku bisnis selalu berusaha untuk menjadi something, somebody daripada nothing dan nobody dengan keberanian menempuh risiko (jatuh bangunnya usaha yang anda lakukan). Tapi pada waktu yang sama seorang pelaku bisnis adalah orang yang tahu diri secara pas, yakni tanpa melebihkan diri sehingga menjadi sombong, atau mengurungkan diri sehingga menjadi rendah diri dan kurang bersyukur kepada Tuhan. Ia tidak rendah diri tetapi rendah hati. Karena itu jika mengalami sukses, ia tidak mengklaim kredit atau pengakuan hanya untuk dirinya semata, dan jika mengalami kegagalan ia tidak menjadi sengsara dan kehilangan harapan.

Karena itu, seorang pelaku bisnis tidak bekerja setengah-setengah. Ia selalu berusaha melakukan pekerjaannya dengan itqan (meneliti seluruh bagian terkait dengan cermat, sehingga pekerjaan mendekati kesempurnaan). Sebagaimana dalam keberhasilan ruhani diperlukan sikap istiqamah, bisnis pun memerlukan keteguhan dan konsistensi. Kepribadian yang amanah akan melancarkan keberlanjutan (going concern) dan produktivitas suatu bisnis.

Karena itulah, dari segi spiritualnya, seorang pelaku bisnis yang sejati menemukan kebahagiaan dalam ia bekerja dan kerja. Baginya, kerja adalah modal eksistensi dirinya. Maka dalam bekerja itu, ketika mengalami kegagalan pun ia tetap merasakan kebahagiaan. Sedangkan jika ia berhasil dengan baik, ia akan memperoleh double rewards berupa kebahagiaan kerja dan keberhasilannya memperoleh sukses. Sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, tentang orang yang melakukan ijtihad; jika benar ia mendapatkan dua pahala dan jika keliru ia masih dapat satu pahala. Karena dimensi keagamaan inilah, bisnis berjalan sejajar dengan kesungguhan dan dedikasi (juhud, jihad, ijtihad, mujahadah). Dan seorang pebisnis yang bersungguh-sungguh, dapat dikategorikan sebagai mujahid dalam perkaranya yang unik. Diakhir tulisan ini, ucapan syukur yang penuh khusyuk hanya dipersembahkan kepada Allah SWT atas kemurahannya yang selalu memberikan ide-ide brilian yang pada saat ini terejawantahkan dalam pembukaan cabang baru Insan Corporation. Semoga dimasa kini dan mendatang keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi rahmatan lil alamin

Semoga yang aku tulis bermanfaat untuk yang mau membacanya.

Wassalam

maspoedjo


3 Tanggapan to “TENTANG”

    • admin Juni 9, 2009 pada 10:44 am #

      Walaikum salam wr wb
      Terima kasih atas komentarnya
      Mari bersama-sama kita berbagi
      “together we share”

    • admin Juli 16, 2009 pada 11:30 am #

      Walaikumsallam wr.wb
      Terima kasih telah mampir ke blogku
      Tingkatkan ukhuwah untuk meraih berkah
      Blog anda juga bagus sekali untuk menambah wawasan dalam beragama terutama Islam
      Terus menjalin ukhuwah…….
      Wassalam…….

      maspoedjo

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.