Jihadku didepan Gedung Putih

6 Apr
Ada yang menarik dari berita yang satu ini mengenai jihad, jihad membangun Islam dan mengenal tentang Islam, selengkapnya………….. 

Mohammad Ali Salih tinggal di Washington, AS sejak tahun 1980 dan bekerja sebagai wartawan koresponden untuk sejumlah surat kabar berbahasa Arab dan beberapa majalah yang terbit di Timur Tengah. Peristiwa serangan 11 September 2001 di AS membuatnya sedih, marah dan frustasi karena tidak mendapatkan ruang untuk menyuarakan opininya di media masa AS bahwa serangan 11 September itu hanya “kendaraan” buat George.W Bush-presiden AS ketika itu-untuk mengobarkan perang di negara-negara Muslim.

 

Untuk mengobati rasa marah dan kecewanya, Mohammad Ali Salih memutuskan untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Putih. Tak seperti para aktivis lainnya yang juga menentang perang AS di negeri-negeri Muslim, mereka berunjuk rasa beramai-ramai, meneriakan slogan-slogan, berjalan kaki atau berorasi, Ali berunjuk rasa sendirian saja.

“Beberapa hari menjelang berakhirnya pemerintahan Bush, saya memulai kampanye saya di depan Gedung Putih setiap akhir pekan. Saya cuma diam sambil membentangkan spanduk, yang satu bertuliskan ‘Apa Itu Terorisme?’ dan satunya lagi bertuliskan “Apa Itu Islam?,” tulis Alih Salih dalam tulisannya yang dimuat surat kabar The Washington Post edisi Sabtu (16/1).

Di bawah spanduk itu, terdapat tulisan dengan huruf-huruf berukuran kecil “Saya akan berada di sini sampai mati”. Saat melakukan aksi protesnya, Ali mengenakan setelan jas rapi berwarna gelap, tidak mau terlibat dalam perdebatan dan hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan orang dengan jawaban pendek-pendek saja dan suara yang pelan.

Ali meyakini apa yang dilakukannya itu adalah bagian dari pesan yang ingin disampaikannya. “Tujuan saya adalah mendapatkan perhatian dari media massa dan menggalang donasi secara online agar ketika saya memutuskan untuk berhenti bekerja, saya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tulis Ali.

Ali tidak mau mengganggu rencana isterinya yang ingin menghabiskan masa pensiun mereka di Florida. Ali sudah memperhitungkan bahwa ia sudah akan pensiun dari pekerjaannya pada musim dingin, lalu membuka usaha sendiri dan merancang jadwal “jihad”nya di depan Gedung Putih.

“Saya akan bertambah tua dan mungkin tidak bisa berdiri lagi atu menggunakan kursi roda. Saya sudah membayangkan, saya akan meninggal di depan Gedung Putih sambil membawa spanduk saya ini,” sambung Ali.

Tetapi Ali berubah pikiran ketika Barack Obama terpilih menjadi presiden AS. Ia terpesona dan yakin akan janji-janji Obama saat berkampanye, yang katanya akan mengakhiri kebijakan-kebijakan militeristik dan antagonis yang diterapkan Bush, mengubah tensi politik di Washington, memberikan harapan dan meringankan kesulitan rakyat AS yang saat itu sedang dilanda krisis ekonomi. Apalagi ketika Obama berkunjung ke Kairo dan menjanjikan hubungan yang damai dengan dunia Islam serta menyerukan Israel agar menghentikan kebijakan ekspansinya.

“Obama ketika itu, konon menginstruksikan para pejabat pemerintahannya untuk tidak lagi menggunakan istilah ‘perang melawan teror’,” tulis Ali dalam artikelnya.

Tapi setelah satu tahun mengamati pemerintahan Obama, Ali berkesimpulan bahwa Obama sama saja dengan para politisi pada umumnya yang memiliki tipikal banyak mengumbar janji hanya untuk mendapatkan dukungan suara banyak dari rakyat. Ali sampai pada kesimpulannya itu setelah melihat sikap Obama dan pemerintahannya yang ternyata tidak punya nyali untuk menciptakan perdamaian bagi dunia Islam dan tidak berniat untuk mengakhiri ketidakadilan yang telah dilakukan AS terhadap umat Islam atas nama “perang melawan terorisme”.

“Saya melihat tidak semua umat Islam senang pada Obama atau mau bekerjasama dengan Obama. Sebagian Muslim tetap mendukung penjajahan AS di Irak dan Afghanistan sebagian lagi tidak dan membenci bombardir yang dilakukan AS di Pakistan dan Somalia, membenci tekanan yang dilakukan AS terhadap Suriah dan Iran dan membenci campur tangan AS di negara-negara Muslim, misalnya Yaman,” papar Ali.

Ali berpendapat, persoalan dasar yang dihadapi Obama dan pemerintahannya adalah ketidakmampuan mereka untuk memahami atau mungkin penyangkalan mereka terhadap apa yang diajarkan kitab suci Al-Quran pada umat Islam, bahwa seorang Muslim harus berani melawan ketidakadilan, terutama jika Muslim diperlakukan tidak adil oleh non-Muslim. Dan ajaran itu terwujud dalam bentuk perlawanan umat Islam terhadap penjajahan dan serangan militer yang dilakukan AS di negeri-negeri Muslim. Tapi bagi AS, perlawanan itu mereka definisikan sebagai terorisme.

Kesadaran Ali atas penindasan yang dilakukan Barat, khususnya AS di negeri-negeri Muslim muncul kembali ketika ia membaca berita tentang lima Muslim AS yang ditangkap di Pakistan bulan Desember lalu. Di pengadilan Pakistan, lima pemuda Muslim AS menegaskan bahwa mereka bukan anggota Al-Qaida seperti yang dituduhkan dan bahwa mereka tidak berniat menimbulkan kekacauan di Pakistan. Kelima pemuda itu mengatakan bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju Afghanistan untuk melakukan jihad melawan penjajahan pasukan asing di negeri itu.

Salah seorang pemuda Muslim itu mengatakan bahwa mereka bukan teroris tapi mereka adalah para jihadis dan jihad bukanlah terorisme. Kuasa hukum kelima pemuda itu juga mengatakan bahwa kliennya hanya “ingin membantu sesama Muslim yang tidak berdaya”.

Pernyataan kuasa hukum kelima pemuda Muslim itu mengingatkan Ali kembali pada aksi protes di depan Gedung Putih yang pernah dilakukannya. “Saya tidak mau berdebat apakah mereka ‘jihadis’ atau ‘teroris’. Apakah mereka ‘seorang martir’ atau ‘pengkhianat’ . Apakah mereka seharusnya mereka diadili di pengadilan sipil atau militer ketika dideportasi ke AS. Tapi yang saya yakini seperti yang mereka katakan bahwa jihad bukan terorisme,” tukas Ali.

Ali menegaskan bahwa istilah terorisme itu sendiri belum jelas definisinya bahkan PBB belum sepakat soal definisi terorisme. Ia mengutip isi Al-Quran yang menyebutkan bahwa seorang Muslim yang beriman lebih dekat pada Allah dibandingkan mereka yang tidak beriman. Seorang Muslim yang beriman harus bersedia mengorbankan harta, waktu, keluarga bahwa hidupnya untuk melawan ketidakadilan.

Saya mungkin belum cukup beriman untuk mengorbankan harta, keluarga atau hidup saya. Tapi saya akan melanjutkan jihad saya di depan Gedung Putih pada pekan ini dengan tenang, damai dan sendirian saja,” tandas Ali.

(sumber:Eramuslim.com ln/isc/twp)
Catatan Admin :
Selamat berjuang dan menegakkan Islam
Islam bukan teror, dan teror bukan Islam

Tag:, , , , , , ,

Pahami siklus hidup finansial anda.

6 Apr

Tahukah anda…???

Bagaimana kita memahami siklus hidup dalam mengelola finansial anda, bagaimana caranya selengkapnya anda baca saja tulisan dibawah ini………….

Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda

Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif yang bergulat dengan tagihan kartu kredit dan menjelang pensiun di usia sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja, cari aman deh !

Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia – yang saya kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai dengan usianya juga.

Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang (bujangan) maupun yang sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain didalamnya.

Usia SD sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di usia 20-an

* Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang tua. “Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. “ kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan remajanya. Hanya saja memang tidak seindah seperti kenyataannya jika berkaitan dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya meminta uang pada orang tua. Tidak.

* Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkin memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua.

Lagi pula jika mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool dan gaul. Lebih bebas menentukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. Asalkan bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan, maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah,

Di usia 20-an

* Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. Jadi untuk membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan Anda.

Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. Hanya jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang dihabiskan, maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.
* Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama ? Penghasilan Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan.
* Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja. Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji,
* Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabungan
* Mulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri, bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransi
* Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau ter kecuali ada hutang yang harus dicover (dibayar), namun pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mencover biaya ini.

Di usia 30-an

* Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat
* Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.
* Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan anda
* Jangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran
* Pastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.
* Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman dalam membuat surat wasiat.
* Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.
* Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.
* Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.

Di usa 40-an

* Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.
* Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil, apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikan
* Pastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk memperpanjang jangka waktunya.
* Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.

Di usia 50-an

* Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target,
* Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah,
* Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun,
* Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur hidup Anda,

Di usia pensiun, 55 atau 60-an

* Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal mengemabil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan bunga.
* Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek, segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan segan-segan utnuk mengajukan klaim
* Barangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.
* Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkin Anda bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.
* Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan Anda.
* Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut,
* Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan.

Kedengarannya memang sangat tidak menyenangkan juga tapi juga menakutan, tetapi tindakan ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan

Salam
Mike Rini ( Rekan  Safir Senduk )
Perencana Keuangan

Disalin kembali dari

http://www.danareksa.com

Tag:, , , , ,

Penodaan Agama Kembali Terjadi di Facebook

17 Jan

Semakin aneh saja manusia jaman sekarang, entah apa maksud dan tujuanya, entah punya hati atau tidak orang tersebut, entah hewan atau manusia yang membuat facebook ini..
Namun dari penelusuran penulis Facebook ini di buat oleh orang orang Ateis atau Tanpa Agama atau mengadu domba kehidupan beragama terutama dinegara kita Indonesia.
Saya katakan kepada anda sesama muslim dan agama lain, dan saya menghormati pemeluk agama lain. Dan saya yakin dan meyakinkan dengan kemusliman saya dan teman-teman tentunya meskipun tidak harus menyudutkan Agama lain.
Karena Rosululloh mengjarkan kedamaian dan saling menghormati sesama makhluk hidup.
ini adalah gambar nya:

silahkan klik pada gambar untuk memperbesar

sesungguhnya masih banyak yang lain, namun hingga saat ini seperti tidak ada pencegahan dari semua pihak, meskipun saat ini ada polisi cyber crime, namun apakah yang seperti ini sudah tersentuh atau belum saya tidak tahu.

Mari saudara saudara ku, jika anda muslim, Kristiani, Budha, Hindu, Konghuchu, atau semuanya yang masih percaya akan Tuhan dan kedamaian untuk mencegah hal hal seperti ini agar Negara kita tidak tertimpa Bencana Perang saudara. Untuk mencegah terjadinya hal hal seperti ini dengan melaporkan FAcebook ini agar di tutup.

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000392098849

http://www.facebook.com/profile.php?id=100001950696403

Sekali lagi untuk pengguna Facebook ini kita usulkan untuk didelete

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000392098849

http://www.facebook.com/profile.php?id=100001950696403

Facebook ditutup

12 Jan

Berita mengejutkan kepada para penggemar Facebook

Baru-baru ini pemilik Facebook mengeluhkan pusingnya mengurus Facebook, dan rencananya akan menutup Jejaring Sosial Facebook baca selengkapnya…………..

fotoMark Zuckerberg. AP/Jeff Chiu

TEMPO Interaktif, Sebuah rumor yang bikin heboh berkembang pesat di internet: Facebook akan ditutup pada 15 Maret 2011. Ternyata rumor itu adalah hoax alias lelucon.

Facebook membantah rumor tersebut. “Kami tidak mendapat pemberitahuan apapun soal penutupan, jadi kami terus bekerja,” tulis Facebook seperti dikutip dari AFP, Senin (10/1).
Rumor Facebook pertama kali ditutup muncul di situs komedi satir yang memuat berita-berita asal, nama situs itu WeeklyWorldNews.com, situs tersebut juga membuat berita-berita asal seperti “Alien akan Menyerang Bumi pada 2011″ dan “George Clooney akan Maju sebagai Presiden.”
Soal berita Facebook ditutup di situs WeeklyWorldNews.com itu juga ditulis pernyataan pendiri Facebook Mark Zuckerberg. “Faceebok membuatku stres, aku tidak bisa mengontrol perusahaan ini lagi, aku perlu mengakhiri semua ini,” kata Zuckerberg seperti di tulis situs itu.
Berita itu mendadak menyebar cepat seperti virus, di Twitter, di Facebook, semua bertanya-tanya. Mereka awalnya bingung sumber berita tersebut. Ternyata setelah ditelusuri, seperti yang ditulis oleh About.com dan CNET, berita itu berawal dari situs komedi satir, WeeklyWorldNews.com.
Facebook adalah situs jejaring sosial terbesar di dunia. Pemilik akun Facebook saat ini sudah lebih dari 500 juta, sebanyak 146 juta adalah penduduk Amerika Serikat, adapun Indonesia berada di peringakat kedua dengan jumlah pengguna lebih dari 32 juta.
Selengkapnya berita ini ada di

http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2011/01/10/brk,20110110-304964,id.html

Tag:, ,

Sasaran penjahat cyber 2011

10 Jan
Vendor keamanan McAfee merilis sasaran utama serangan cyber tahun 2011, mulai dari produk-produk Apple hingga sejumlah layanan gratis yang makin banyak digemari. Simak baik-baik dan waspadalah, waspadalah, waspadalah…!

 

1. URL-shortening service
Layanan penyingkat URL atau URL-shortening service makin banyak digunakan dengan situs seperti Twitter yang menjadi pendongkraknya. Layanan yang mampu meringkas alamat situs seperti bit.ly dan TinyURL ini ternyata mengeluarkan 3.000 URL setiap menitnya, demikian menurut McAfee Lab. Maka tak mengherankan jika layanan ini menjadi sasaran empuk kriminal cyber. Diprediksi, mereka akan memanfaatkan layanan tersebut untuk menyuntikkan spam, scam (penipuan online) dan program jahat lainnya.

 

2. Layanan Geolocation
Bagi Anda yang gemar memakai Foursquare, sebaiknya berhati-hati karena ia juga diprediksi menjadi incaran penjahat cyber. Para penjahat ini akan dengan mudahnya mengetahui siapa yang sedang nge-tweet, di mana lokasinya dan apa yang mereka katakan. Bahkan, ketertarikan user dan sistem operasi serta aplikasi yang dipakai bisa dilacak pula secara real time. McAfee mengatakan, dengan informasi yang diterbitkan (publish) secara online tersebut, akan memudahkan para penjahat untuk menciptakan serangan yang matang. Selain Foursquare, pengguna layanan geolokasi Gowalla dan Facebook Place juga harus waspada.

 

3. Perangkat Mobile
Data yang disimpan di ponsel juga masuk dalam daftar incaran cyber attack 2011. Dengan makin banyaknya pengguna smartphone yang dikombinasikan dengan kerentanan infrastruktur selular plus lemahnya enskripsi, McAfee mengatakan bahwa para pemilik data akan berisiko besar menghadapi serangan.

 

4. Produk Apple
McAfee mengingatkan bahwa ancaman serangan malware (program berbahaya) pada pengguna Mac akan meningkat tajam di tahun 2011 meski platform Mac OS dikenal kuat. Dan mengingat iPad serta iPhone menjadi bisnis yang menggiurkan, maka ada kemungkinan aksi pengeksposan data dan identitas penggunanya juga terjadi.
5. Platform Web yang Terkoneksi dengan TV

Web-connected TV platforms seperti Google TV menurut McAfee akan menjadi target bagi aplikasi jahat. Aplikasi ini akan mentargetkan atau mengekspos data pribadi yang nantinya akan memungkinkan penjahat cyber memanipulasi sejumlah piranti lewat aplikasi yang dikontrol tersebut.

6. Situs kontroversial
Kasus situs kontroversial Wikileaks sepertinya akan memicu aksi hacktivism, ungkap McAfee. Aksi hacktivism akan menyerang situs-situs tertentu dengan latar belakang politik dan inilah yang akan menjadi bentuk baru dari demonstrasi politik.

Sumber: Jetlib
Artikel ini ditulis ulang di blog ini tidak untuk mendukung kepentingan McAfee menjual perangkat keamanan, namun semata sebagai informasi saja. jadi bukan sebuah rekomendasi iklan.

Jangan pernah bergeser dari niat Iklas

10 Jan

Ikhlas kalimat yang mudah dikatakan dan diucapkan tapi sulit bahkan sangat sulit dilakukan, apalagi oleh orang-orang yang masih mendambakan atau menghambakan dengan setiap kegiatan untuk mendapatkan penghasilan atau uang.

Ikhlas adalah dasar diterima atau tidaknya sebuah amal. Apalah arti sebuah prestasi jika Allah swt. tidak menganggapnya sebagai sebuah bakti. Mungkin, manusia bisa tertipu dengan hiasan-hiasan amal yang ditampilkan. Tapi, Allah Maha Tahu apa yang tersembunyi di balik hati seorang hamba. Sekecil apa pun.
Keanggunan hiasan dunia kadang membuat hati manusia tertipu, terpedaya. Buat siapa pun, termasuk hamba Allah yang giat beramal. Bahkan, seorang sahabat Rasul sekali pun. Kisah kurang amanahnya pasukan pemanah pimpinan Abu Ubaidah pada Perang Uhud memberikan pelajaran tersendiri. Mereka siap menempuh bahaya seganas apa pun. Tapi, tak sesiap itu ketika menatap lambaian ghanimah. Kenikmatan dunia memperdaya mereka, merontokkan komitmen mereka terhadap perintah Rasul: “Apa pun yang terjadi, kalian harus tetap di bukit ini!”
Tidak heran, jika Allah swt. mengajarkan Thalut untuk menguji kesetiaan pasukannya dengan sungai. Buat kondisi jazirah Arab yang panas, sungai merupakan perwujudan standar dari bentuk kenikmatan dunia: menggiurkan di saat dahaga, menyejukkan di saat panas terik membakar. Kalau pada takaran standar saja mereka rontok, apatah lagi dengan kenikmatan yang lebih besar. Dan peperangan yang akan mereka hadapi bukan sekadar menumbangkan Jalut, tapi mengendalikan diri dari hamparan kenikmatan yang dimiliki Jalut. Mampukah?
Tidak ada yang mampu mengawasi jati diri seorang hamba kecuali Allah dan dirinya sendiri. Dirinyalah yang tahu, apakah niatnya masih lurus. Atau, sudah bergeser. Dan kelak, ia akan menuai amal yang pernah ia tanam. Bagus atau buruk.
Biasakan untuk senantiasa memberi, bukan sebaliknya
Manusia memang tak bisa lepas dari tarikan dunia. Karena, sebagian dirinya berasal dari unsur tanah yang berarti bagian dari wujud dunia. Ia butuh makan, minum, tempat tinggal, pasangan, keluarga, status sosial, dan sebagainya. Tinggal, bagaimana ia mengelola keakrabannya dengan dunia.

Orang yang akrab dengan sesuatu biasanya akan cinta. Dan cinta menjadikan seseorang sulit dipisahkan dengan yang dicintai. Karena itu, sebelum seseorang terlanjur mencintai dunia, ia harus melatih diri untuk secara rutin berpisah. Biar kecil, tapi rutin.

Di situlah mungkin, di antara hikmah Allah swt. mewajibkan infak buat orang-orang yang beriman. Tak ada keuntungan sedikit pun buat Allah. Karena, tak satu pun benda di alam ini melainkan dari-Nya. Semua manfaat itu akan kembali kepada manusia itu sendiri.

Sekilas, memberi terasa merugikan. Karena, ada bagian kepemilikannya yang dikorbankan buat orang lain. Tapi, justru di situlah seorang yang mudah memberi akan merasakan manfaat. Selain menyeimbangkan keakrabannya dengan dunia, memberi adalah bentuk investasi lain buat kepemilikan yang lebih berharga dari materi yang ia korbankan. Selain balasan dari Allah, ia akan mendapatkan nilai sosial lebih. Harga sosialnya akan semakin mahal, tanpa ia sadari (percayalah itu sudah saya lakukan).

Allah swt. berfirman, “Ada pun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al-Lail: 5-7)

Turunan dari memberi begitu banyak. Rasulullah saw. sering menganjurkan kita untuk bersedekah, memberi hadiah, menolong orang yang kesulitan dana, mengurus anak yatim, dan lain-lain. Karena itu, bersikaplah untuk senantiasa siap memberi buat orang lain. Bukan, berharap-harap apa yang mesti orang lain berikan kepada kita.

Jadilah seperti seorang penjual, bukan pembeli

Perbedaan mendasar antara seorang penjual dengan pembeli adalah sikap mental. Seorang penjual punya sikap pelayanan. Dan pembeli punya sikap memilih-milih, tidak merasa perlu. Apa pun yang dituntut pembeli, penjual akan menyesuaikan diri. Bahkan, ia harus siap dicela, dimarahi pembeli, tanpa memperlihatkan reaksi ketidaksukaan. Apalagi perlawanan. Dan, manajemen modern membenarkan itu.
Begitu pun kita dalam beramal. Kehidupan seorang hamba Allah di dunia ini tak lain adalah seorang penjual. Dan Allahlah Si Pembeli. Pembeli bisa menentukan kriteria apa saja atas barang yang dibeli. Dan penjual wajib memenuhi, jika dagangannya mau terjual.

Allah swt. berfirman dalam surah At-Taubah ayat 111, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Alquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

Tak ada satu penjual pun yang santai-santai saja menyambut tawaran harga tinggi dari seorang pembeli. Dan harga apalagi yang lebih tinggi dari surga yang penuh kenikmatan. Dan satu lagi. Tak ada penjual yang sedemikian cintanya dengan dagangannya sehingga ia tak akan pernah menjual. Teramat bodoh seorang penjual yang bersikap, “Biarlah saya tak untung, yang penting barang dagangan yang saya cintai tak terjual!”
Saat itu, ia bukan lagi seorang penjual. Tetapi, penikmat.

Seorang hamba Allah yang cerdas tak akan terperdaya dengan dunia. Seindah apa pun, ia tampil. Segemerlap apa pun dunia bersolek. Karena dalam pandangan Allah, dunia tak senilai saya nyamuk. Rasulullah saw. bersabda, “Andaikan dunia itu senilai dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air dari dunia.”
(HR. Tirmidzi)
Semoga bermanfaat

Cerita Gayus Lagi

10 Jan

Bersumpah demi Ibu dan Anak

Pleidoi setebal 18 halaman itu dibacakan Gayus Halomoan berapi-api di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin pekan lalu. Diberi judul cukup puitis, “Indonesia Bersih… Polisi Risih… Saya Tersisih”, isinya menohok ke mana-mana: kepolisian, kejaksaan, pengacaranya, juga “almamater”-nya, Direktorat Jenderal Pajak.

Gayus, misalnya, menuding polisi tak serius mengusut sejumlah informasi yang sudah ia beberkan. Menurut Gayus, kasus yang menjerat dirinya itu juga tergolong kecil dibanding kasus lain di Ditjen Pajak. Penyelewengan itu ada yang melibatkan sejumlah pejabat dan merugikan negara hingga triliunan rupiah. “Sepertinya ada setting melokalisasi perkara hanya pada perkara saya,” ujarnya.

Gayus membeberkan lima modus permainan pajak yang kerap terjadi, di antaranya negosiasi Surat Ketetapan Pajak. Negosiasi, ujar Gayus, terjadi di tingkat tim pemeriksa pajak dengan tujuan meningkatkan dan menurunkan nilai pajak. “Surat Ketetapan Pajak tak mencerminkan nilai yang sebenarnya.”

Modus lain, kata Gayus, terjadi di tingkat penyidikan pajak. Dalam kasus ini, wajib pajak akan ditakut-takuti untuk dijadikan tersangka oleh penyidik. “Yang ujung-ujungnya adalah uang,” dia menambahkan. Ketiga, modus penyelewengan fiskal luar negeri di bandar-bandar udara internasional. Keempat, modus penghilangan berkas surat permohonan keberatan wajib pajak. Dan kelima, jual-beli saham antarperusahaan satu grup. Pembelian saham ini, menurut dia, sering diklaim sebagai kerugian investasi sehingga kerugian itu dibebankan sebagai biaya.

Gayus mengkritik pedas tim independen pimpinan Matius Salempang, yang memeriksa dirinya pada April 2010. Gayus menyatakan dirinya menyesal mengikuti permainan tim independen.

Menurut Gayus, kasus PT Surya Alam Tunggal merupakan skenario yang dibuat tim Matius untuk menjerat atasannya, Bambang Heru Ismiarto, Direktur Keberatan dan Banding Ditjen Pajak. “Karena Bambang Herulah kunci dikabulkannya kasus-kasus besar di direktorat tersebut,” katanya. Jika kunci ini dibuka, ujarnya, kasus penyelewengan pajak kelas kakap di direktorat itu bisa terungkap.

Tapi, kata Gayus, ternyata semua berbalik dan justru dirinya dan rekannya, Humala Napitupulu, jadi tersangka. Padahal, menurut Gayus, sesungguhnya tak ada permainan pajak dalam kasus PT Surya Alam. “Saya bersumpah demi Tuhan dan demi ibu yang melahirkan saya, serta anak saya yang sangat saya sayangi, keberatan PT Surya Alam Tunggal seribu persen sesuai dengan prosedur,” kata Gayus.

Gayus juga menyatakan kecewa atas janji tim independen dalam kasus hakim Muhtadi Asnun. Awalnya, kata dia, tim ini berjanji akan menjerat Asnun dengan pasal pemerasan asal dirinya bersedia buka mulut soal pemberian uang terhadap hakim itu. Belakangan penyidik mengenakan pasal penyuapan dalam kasus ini. Maka dirinya pun jadi tersangka penyuap.

Bekas pengacaranya, Haposan Hutagalung, juga dituding Gayus telah mempermainkan dirinya. Dalam menangani kasus korupsi dan pencucian uang pada 2009, ujarnya, Haposan minta uang operasional Rp 20 miliar untuk dibagi-bagikan kepada polisi, jaksa, hakim, dan Haposan sendiri. Alasannya, uang itu untuk memuluskan perkara agar ia tak ditahan, rumahnya tak disita, dan rekening keluarganya tak diblokir .”Faktanya, tak ada pejabat yang diperiksa terkait dengan pemberian uang itu,” ujar Gayus.

Menurut Gayus, ia baru sadar ditipu Haposan setelah berbincang dengan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji, saat sama-sama menjadi tahanan di Markas Komando Brigade Mobil. Ia mengaku sejak awal ditakut-takuti Haposan dirinya akan ditahan serta harta bendanya akan disita.

Gayus menyebut sejumlah petinggi polisi yang mestinya juga dimintai pertanggung jawaban dalam kasus Surya Alam ini. Mereka adalah Brigadir Jenderal Edmon Ilyas, mantan Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Raja Erizman-juga bekas Direktur Ekonomi Bareskrim-serta Komisaris Besar Pambudi Pamungkas, mantan Kepala Unit Pencucian Uang. Mereka, menurut dia, yang antara lain berperan mengubah status Robertus Antonius, konsultan pajak yang sebelumnya tersangka seperti dirinya, menjadi saksi. Termasuk memerintahkan pemeriksaan di luar kepolisian.

Baik Ditjen Pajak maupun kepolisian menampik tudingan yang dilemparkan Gayus dalam pleidoi itu. “Institusi kami terbuka. Tapi harus jelas mana penyelewengannya,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Iqbal Alamsyah. Adapun Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafly Amar menyatakan kasus Gayus ini belum seluruhnya tuntas. Sejumlah barang bukti yang diserahkan Gayus, ujarnya, tetap akan dipakai kepolisian. “Penyidikan masih terus dilakukan.”

Jaksa memandang yang disampaikan Gayus tak lebih dari upaya pegawai pajak yang kini sudah dipecat sekadar membela diri. “Dalil yang disampaikan tidak berfokus pada upaya mematahkan pembuktian atas dakwaan,” ujar jaksa Kuntadi. Dalam pembacaan replik-sebagai jawaban atas pleidoi Gayus-Kuntadi menyatakan yang diungkapkan Gayus tentang mafia pajak merupakan indikasi awal adanya tindak pidana lain yang tidak ada hubungannya dengan perkara yang didakwakan terhadap dirinya.

Gayus kini menghadapi empat dakwaan. Pertama, tuduhan memperkaya diri sendiri atau orang lain berkaitan dengan dikabulkannya keberatan pajak PT Surya Alam Tunggal; kedua, gratifikasi, yaitu memberikan sejumlah duit kepada polisi; ketiga, penyuapan terhadap hakim Muhtadi Asnun; dan keempat, upaya menghalang-halangi penyidikan berkaitan dengan duit miliaran rupiah yang diakui Gayus milik Andi Kosasih. Atas empat dakwaan ini, Gayus pekan lalu dituntut 20 tahun penjara.

Di luar itu, sejumlah kasus kini juga menunggu untuk dijeratkan kepada pria 31 tahun ini. Misalnya, kasus uang miliaran rupiah dalam rekeningnya yang kini di tangan penyidik Polri, kepergiannya nonton tenis di Bali, dan kini bertambah lagi, soal pemalsuan paspor dan pelesirannya ke Makau, Kuala Lumpur, serta Singapura.

Ramidi, Febriyan, Dianing Sari

Tag:, , , ,

Al-Qur’an untuk orang yang masih hidup

7 Jan

Al-Qur’an untuk orang yang masih hidup bukan untuk orang yang sudah meninggal, kenapa….???

Baca selengkapnya disini:

Yang lebih mengherankan, ada di kalangan ummat Islam ini yang salah dalam menyikapi Al-Qur’an. Mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai sarana mencari nafkah. Sebagian mereka menghapal Al-Qur’an dengan tujuan agar bisa di gunakan oleh orang yang membutuhkannya dalam acara-acara pernikahan dan perayaan-perayaan tertentu.

Al-Qur’an datang menyinari hati yang gelap dan menyinari jiwa yang gersang. Dan dia datang sebagai juru nasehat bagi orang yang membutuhkan bimbingan, sebagai pembawa kabar gembira bagi orang yang mau beriman dan sebagai pemberi peringatan bagi orang yang mengingkarinya. Betapa banyak kebaikan yang dapat di rasakan dengan kedatangannya, sehingga orang yang sedih akan menjadi gembira dengan membacanya dan orang yang bingung akan menjadi tenang jalannya serta orang yang hina akan menjadi mulia dengan mempelajari dan mengamalkannya.

Lebih jauh, diapun sebagai obat mujarab bagi segala penyakit. Siapa yang membaca ayat-ayatnya untuk pengobatan, maka dia akan mengetahui kehebatan Al-Qur’an dengan menyembuhkan beberapa penyakit dengan seizin Allah Ta’ala dan beberapa penyakit yang kalangan medis saat ini belum mampu menyembuhkannya. Sehingga tidaklah mengherankan kalau di katakan Al-Qur’an adalah penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sebagaimana firman-Nya (yang artinya) :

Dan kami turunkan Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar (penyembuh penyakit fisik maupun rohani) dan rahmat bagi orang yang beriman kepada-Nya. “(QS. Al-Isra’ : 82).

Bahkan di lihat dari segi pahala dan keutamaannya. Al-Qur’an menyimpan sekian banyak pahala dan keutamaan bagi orang yang membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkannya. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an maka pada hari kiamat akan di kumpulkan bersama rombongan malaikat yang mulia. Sedangkan bagi orang yang terbata-bata dalam membacanya akan mendapatkan dua pahala, yaitu pahala dia membaca Al-Qur’an dan pahala kesungguhan dalam membacanya dengan baik dan benar.

Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi orang yang membacanya dan mengamalkannya. Bahkan Al-Qur’an akan menjadi pelindung baginya dari adzab Allah Ta’ala di dunia maupun akhirat. Sehingga di katakan, orang yang mempelajari Al-Qur’an akan mengamalkannya sebagai sebaik-baik manusia, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) :

Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari – Muslim).

Tetapi kebaikan, keutamaan dan pahala tersebut tidak dapat di rasakan kecuali orang-orang yang diberi taufik dan hidayah Allah Ta’ala agar mau beriman kepadanya, membaca, mempelajarinya, dan mampu mengaplikasikannya. Adapun orang yang ingkar terhadapnya, tidak mau beriman kepadanya, tidak mau membaca maupun mempelajarinya, apalagi mengamalkannya, maka sekali-kali dia tidak akan merasakan manfaat sedikitpun. Bahkan Al-Qur’an akan menjadi sebab di hinakan dan di sesatkannya orang tersebut, dan akan menjadi hujjah (alasan) di hadapan Allah Ta’ala untuk menyiksakan pada hari kiamat.

Yang lebih mengherankan, ada di kalangan ummat Islam ini yang salah dalam menyikapi Al-Qur’an. Mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai sarana mencari nafkah. Sebagian mereka menghapal Al-Qur’an dengan tujuan agar bisa di gunakan oleh orang yang membutuhkannya dalam acara-acara pernikahan dan perayaan-perayaan tertentu. Kemudian dia mendapat upah dari bacaannya. Ada lagi yang menggunakan Al-Qur’an sebagai alat mencari nafkah di pemakaman kaum muslimin. Bila ada di antara kaum muslimin yang ingin menziarahi saudaranya di perkuburan umum, maka tidak perlu repot-repot membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan menghapalkan do’a-do’anya. Ini baru sebagian contoh kesalahan yang merebak di masyarakat dan di anggap lumrah.

Akar dari musibah memilukan ini adalah adanya keyakinan bahwa bacaan Al-Qur’an yang mereka bacakan untuk orang mati itu bisa bermanfaat bagi si mayit. Sehingga mereka berlomba-lomba untuk mengamalkannya, bahkan mereka semangat untuk melakukan amalan bid’ah ini lebih besar daripada untuk ibadah yang wajib, yang sangat jelas keutamaan dan faedahnya. Ambillah contoh, mereka sangat getol dalam mengamalkan bi’dah ini, sementara sholat berjama’ah di masjid mereka lalaikan.

Harapan mereka, bacaan tersebut bisa bermanfaat bagi si mayit agar terbebas dari siksa kubur dan mendapat pahala yang terus mengalir, padahal Allah Ta’ala dan Rasulnya tidak pernah mengajarkan yang demikian. Bahkan di tegaskan dalam firman-Nya bahwa sseorang tidak memperoleh pahala melainkan dari yang di usahakannya saja. Jika usahanya baik maka dia akan mendapatkan balasannya dan jika usahanya buruk dia akan mendapatkan balasannya pula. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :

Dan bahwasanya seseorang tidak memperoleh selain apa yang telah di usahakannya. “(QS. An-Najm : 39).

Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam juga menegaskan dalam sabda beliau (yang artinya) :

Jika manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara : Shodaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendo’akannya. “(HR. Muslim).

Adapun jika anak si mayit yang membaca Al-Qur’an, maka pahalanya akan sampai kepadanya, karena anak adalah hasil usaha ayahnya. Ini adalah pendapat ulama, diantaranya Al-Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah.

Yang perlu di pertanyakan, bagaimana mungkin Al-Qur’an bisa memberi manfaat kepada si mayit, yang semasa hidupnya suka meninggalkan sholat, suka berbuat maksiat, dan perbuatan dosa yang lainnya ? Bahkan Al-Qur’an sendiri malah memberinya kabar gembira dengan kecelakaan dan siksa.

Allah Ta’ala tidaklah menurunkan Al-Qur’an yang mulia ini melainkan agar di baca, di pahami dan diamalkan isinya. Yang berupa perintah hendaknya dikerjakan dengan ikhlas dan sesuai dengan contoh dari Rasulullah Shollallahu ‘alahi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum ajmai’in. Adapun yang berupa larangan hendaknya di jauhi dengan sejauh-jauhnya. Dan tentu tidak ada yang dapat melakukannya melainkan orang yang hidup yang masih sehat akal dan fikirannya serta masih terjaga fitrahnya. Sehingga jelaslah, bahwa Al-Qur’an memang untuk orang hidup bukan untuk orang mati.

Maraji’ : 1. Minhaj Al-Firqoh An-Najiyah, karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu., 2. At-Tibyan fii Aadaabi Hamalatil Qur’an, karya Al-Imam An-Nawawi.

Dikutip dari http://darussalaf.co.id, dinukil dari Buletin Al-Bayyinah, edisi 09 / 03 / 01 Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Judul asli: Al-Qur’an untuk Orang Hidup bukan Untuk Orang Mati

Kaligrafi seni dalam Islam

6 Jan

 

123tagged.Com

Kaligrafi adalah merupakan salah satu seni dalam Islam yang mempunyai nilai-nilai estetika yang sangat tinggi, oleh karena itu dunia Islam punya tempat tersendiri dalam dunia peradaban dunia terutama yang berkaitan dengan seni.

 

Abah Anom dari Suralaya

5 Jan

Abah Anom dari Suralaya

Pendiri Pesantren Inabah, Suryalaya

Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin adalah nama asli Abah Anom. Lahir tanggal 1 Januari 1915 di Suryalaya, Tasikmalaya. Ia anak kelima dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, atau Abah Sepuh, pendiri Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN).

Ia memasuki bangku sekolah dasar (Vervooleg school) di Ciamis, pada usia 8 tahun. Lima tahun kemudian melanjutkan ke madrasah tsanawiyah di kota yang sama. Usai tsanawiyah, barulah ia belajar ilmu agama Islam, secara lebih khusus di berbagai pesantren.

Ia keluar masuk berbagai macam pesantren yang ada di sekitar Jawa Barat seperti, Pesantren Cicariang dan Pesantren Jambudwipa di Cianjur untuk ilmu-ilmu alat dan ushuluddin. Sedangkan di Pesantren Cireungas, ia juga belajar ilmu silat. Minatnya untuk belajar silat diperdalam ke Pesantren Citengah yang dipimpin oleh Haji Djunaedi yang terkenal ahli “alat”, jago silat dan ahli hikmat.
Kegemarannya menuntut ilmu, menyebabkan Abah Anom menguasai berbagai macam ilmu keislaman pada usia relatif muda (18 tahun). Didukung dengan ketertarikannya pada dunia pesantren, telah mendorong ayahnya yang dedengkot Thoriqot Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) untuk mengajarinya dzikir TQN. Sehingga ia menjadi wakil talqin ayahnya pada usia relatif muda.
Mungkin sejak itulah, ia lebih di kenal dengan sebutan Abah Anom. Ia resmi menjadi mursyid (pembimbing) TQN di Pesantren tasawuf itu sejak tahun 1950. Sebuah masa yang rawan dengan berbagai kekerasan bersenjata antar berbagai kelompok yang ada di masyarakat, terutama antara DI/TII melawan TNI.
“Tasawuf tidak hanya produk asli Islam, tapi ia telah berhasil mengembalikan umat Islam kepada keaslian agamanya pada kurun-kurun tertentu,” tegas Abah Anom, tentang eksistensi tasawuf dalam ajaran Islam.
Tasawuf yang dipahami Abah Anom, bukanlah kebanyakan tasawuf yang cenderung mengabaikan syari’ah karena mengutamakan dhauq (rasa). Menurutnya, sufi dan pengamal tarekat tidak boleh meninggalkan ilmu syari’ah atau ilmu fiqih. Bahkan, menurutnya lagi, ilmu syari’ah adalah jalan menuju ma’rifat.
Ia, sebagaimana lazimnya sosok sufi, tak ingin terkenal. “Ia amat sulit untuk diwawancarai wartawan, karena beliau tak ingin dikenal orang,” ungkap Ustadz Wahfiudin, mubaligh Jakarta yang menjadi salah seorang muridnya.
Kendati demikian, ia bukanlah sosok sufi yang lari ke hutan-hutan dan gunung-gunung, seperti legenda sufi yang sering mampir ke telinga kita. Yang hidup untuk dirinya sendiri, dan menuding masyarakat sebagai musuh yang menghalangi dirinya dari Allah swt. Ia akrab dengan berbagai medan kehidupan, mulai dari pertanian sampai pertempuran.
Pada tahun 50-60-an kondisi perekonomian rakyat amat mengkhawatirkan. Abah Anom turun sebagai pelopor pemberdayaan ekonomi umat. Ia aktif membangun irigasi untuk mengatur pertanian, juga pembangunan kincir angin untuk pembangkit tenaga listrik.
Bahkan Abah Anom membuat semacam program swasembada beras di kalangan masyarakat Jawa Barat untuk mengantisipasi krisis pangan. Aktivitas ini telah memaksa Menteri Kesejahteraan Rakyat Suprayogi dan Jendral A. H. Nasution untuk berkunjung dan meninjau aktifitas itu di Pesantren Suryalaya.
Medan pertempuran bukanlah wilayah asing bagi Abah Anom. Pada masa-masa perang kemerdekaan, bersama Brig. Jend. Akil bahu-membahu memulihkan keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Ketika pemberontakan PKI meletus (1965), ia bersama para santrinya melakukan perlawanan bersenjata.

Bahkan tidak hanya sampai di situ, Abah Anom membuat program “rehabilitasi ruhani” bagi para mantan PKI. Tak heran, jika Abah mendapat berbagai penghargaan dari Jawatan Rohani Islam Kodam VI Siliwangi, Gubernur Jawa Barat dan instansi lainnya.
Medan pendidikan juga tak luput dari ruang aktivitasnya. Mulai dari pendirian Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah ‘Aliyah pada tahun 1977, sampai pendirian Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah pada tahun 1986.
Kiprahnya yang utuh di berbagai bidang kehidupan manusia, ternyata berawal dari pemahamannya tentang makna zuhud. Jika kebanyakan kaum sufi berpendapat zuhud adalah meninggalkan dunia, yang berdampak pada kemunduran umat Islam. Maka menurut pendapat Abah Anom,
“Zuhud adalah qasr al-’amal artinya, pendek angan-angan, tidak banyak mengkhayal dan bersikap realistis. Jadi zuhud bukan berarti makan ala kadarnya dan berpakaian compang camping.”
Abah merujuk pada surat An-Nur ayat 37 yaitu, “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan dari mendirikan shalat, (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati menjadi guncang.”
Jadi, menurut beliau seorang yang zuhud adalah orang yang mampu mengendalikan harta kekayaannya untuk menjadi pelayannya, sedangkan ia sendiri dapat berkhidmat kepada Allah swt semata. Atau seperti dikatakan Syekh Abdul Qadir Jailani,

Dudukkanlah dirimu bersama kehidupan duniawi, sedangkan kalbumu bersama kehidupan akhirat, dan rasamu bersama Rabbmu.”

Inabah
Mengentaskan manusia dari limbah kenistaan bukanlah perkara mudah. Abah Anom memiliki landasan teoritis yang kuat untuk merumuskan metode penyembuhan ruhani, semuanya ada dalam nama pesantren itu sendiri yaitu, Inabah.
Abah Anom menjadikan Inabah tidak hanya sekedar nama bagi pesantrennya, tapi lebih dari itu, ia adalah landasan teoritis untuk membebaskan pasien dari gangguan kejiwaan karena ketergantungan terhadap obat-obat terlarang. Dalam kacamata tasawuf, ia adalah nama sebuah peringkat ruhani (maqam), yang harus dilalui seorang sufi dalam perjalanan ruhani menuju Allah swt.

“..Salah satu hasil dari muraqabatullah adalah al-inabah yang maknanya kembali dari maksiat menuju kepada ketaatan kepada Allah swt karena merasa malu ‘melihat’ Allah,” jelas Abah yang merujuk pada kitab Taharat Al-Qulub.

Dalam teori inabah, untuk menancapkan iman dalam qalbu, tak ada cara lain kecuali dengan dzikir laa ilaha ilallah, cara ini di kalangan TQN disebut talqin. Demikian juga dalam mesikapi mereka yang dirawat di pesantren Inabah. Mereka harus diberikan ‘pedang’ untuk menghalau musuh-musuh di dalam hati mereka, pedang itu adalah dzikrullah.
Orang-orang yang dirawat di Inabah diperlakukan seperti orang yang terkena penyakit hati, yang terjebak dalam kesulitan, kebingungan dan kesedihan. Mereka telah dilalaikan dan disesatkan setan sehingga tak mampu lagi berdzikir pada-Nya. Ibarat orang yang tak memiliki senjata lagi menghadapi musuh-musuhnya. Walhasil, obat untuk mereka adalah dzikir.
Shalat adalah salah satu bentuk dzikir. Menurut pandangan Abah Anom, para pasien itu belum dapat shalat karena masih dalam keadaan mabuk (sukara), karena itu langkah awalnya adalah menyadarkan mereka dari keadaan mabuk dengan mandi junub. Apalagi sifat pemabuk adalah ghadab (pemarah), yang merupakan perbuatan syaithan yang terbuat dari api. Obatnya tiada lain kecuali air.

Jadi, selain dzikir dan shalat, untuk menyembuhkan para pasien itu digunakan metode wudlu dan mandi junub. Perpaduan kedua metode itu sampai kini tetap digunakan Abah Anom untuk mengobati para pasiennya dari yang paling ringan sampai yang paling berat, dan cukup berhasil. Buktinya, cabang Inabah tak hanya di Indonesia, di Singapura langsung berdiri sebuah cabang serta Malaysia dua buah cabang. Belum lagi tamu-tamu yang mengalir dari berbagai benua seperti Afrika, Eropa dan Amerika.

sumber:dari Suara Hidayatullah, 1999

Selengkapnya:

http://sufiroad.blogspot.com/2008/09/abah-anom-suryalaya.html

(Kami menerima dan melakukan link untuk bacaan yg berkaitan dg tasawuf dan sufi)

Tag:, ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.